Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / /

  • Polemik JKA, Seharusnya Aksi Mahasiswa Tepat Sasaran
    Aceh | 2 hari lalu
    Polemik JKA, Seharusnya Aksi Mahasiswa Tepat Sasaran

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Eskalasi aksi mahasiswa terkait polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang berujung kericuhan dalam beberapa hari terakhir dinilai berisiko mengaburkan substansi utama persoalan. Alih-alih mendorong solusi, perhatian publik justru terseret pada bentrokan, gas air mata, dan konflik di lapangan.

  • Yulindawati Kritik Jubir Aceh: Rakyat Butuh Kepastian JKA, Bukan Sekadar Negosiasi
    Aceh | 3 hari lalu
    Yulindawati Kritik Jubir Aceh: Rakyat Butuh Kepastian JKA, Bukan Sekadar Negosiasi

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aktivis perempuan Aceh, Yulindawati, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Juru Bicara Pemerintah Aceh terkait polemik Pergub Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Menurutnya, persoalan utama yang sedang dihadapi masyarakat bukan sekadar soal komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa, melainkan kepastian jaminan kesehatan bagi rakyat kecil.




  • Panglima Pengecut
    Celoteh-warga | 4 hari lalu
    Panglima Pengecut

    DIALEKSIS.COM | Celoteh Warga - Sebuah spanduk bertuliskan tinta merah yang dibawa mahasiswa dalam aksi terkait JKA membuat saya tergugah untuk menulis ini. Kalimat itu berbunyi: “Panglima Pengecut.”

  • Safaruddin: JKA Harus Dijaga sebagai Martabat Keistimewaan Aceh
    Pemerintahan | 8 hari lalu
    Safaruddin: JKA Harus Dijaga sebagai Martabat Keistimewaan Aceh

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menegaskan bahwa polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) perlu ditempatkan secara jernih, proporsional, dan bermartabat. Pandangan itu ia sampaikan melalui tulisan opini berjudul “JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh” yang dipublikasikan di aceh.tribunnews.com pada 6 Mei 2026.

  • JKA, Malaysia, dan Masa Depan Kesehatan Aceh
    Opini | 10 hari lalu
    JKA, Malaysia, dan Masa Depan Kesehatan Aceh

    DIALEKSIS.COM | Opini - Di Aceh, kesehatan bukan sekadar urusan layanan publik. Ia telah lama menjadi bagian dari identitas politik dan kontrak sosial antara pemerintah dengan rakyat. Karena itu, ketika muncul wacana pencoretan sekitar 823 ribu peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), publik tidak melihatnya hanya sebagai kebijakan administratif biasa. Yang dipertaruhkan adalah rasa aman sosial masyarakat Aceh sendiri.

  • Polemik JKA dan Dana Pokir Cermin Lemahnya Tata Kelola Anggaran Aceh
    Pemerintahan | 11 hari lalu
    Polemik JKA dan Dana Pokir Cermin Lemahnya Tata Kelola Anggaran Aceh

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Polemik terkait program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan pengelolaan Dana Pokok Pikiran (Pokir) DPR Aceh dinilai mencerminkan persoalan mendasar dalam tata kelola anggaran publik di Aceh. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum bekerja secara optimal dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

  • Menimbang Sengkarut Aceh dengan Akal Sehat dan Kepentingan Publik
    Aceh | 12 hari lalu
    Menimbang Sengkarut Aceh dengan Akal Sehat dan Kepentingan Publik

    DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Dosen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya, menilai bahwa sengkarut konflik antara Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak semata persoalan politik kekuasaan, melainkan harus dilihat secara jernih sebagai bagian dari dinamika politik kesejahteraan masyarakat Aceh.

  • Wacana Pencabutan Pergub Jaminan Kesehatan Aceh, Pakar Hukum USK Soroti Mekanisme dan Implikasinya
    Polkum | 12 hari lalu
    Wacana Pencabutan Pergub Jaminan Kesehatan Aceh, Pakar Hukum USK Soroti Mekanisme dan Implikasinya

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wacana pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai berlaku 1 Mei 2026 yang tengah bergulir menuai perhatian berbagai kalangan, termasuk akademisi. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Zainal Abidin, S.H., M.Si., M.H., memberikan pandangan hukum terkait mekanisme pencabutan peraturan perundang-undangan beserta implikasinya.

  • Waktunya Matikan Mikorofon, Lalu Berkorbanlah untuk JKA
    Kolom | 13 hari lalu
    Waktunya Matikan Mikorofon, Lalu Berkorbanlah untuk JKA

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Sebetulnya, keinginan rakyat Aceh sederhana: ketika sakit, mereka bisa berobat tanpa dicekik cemas soal biaya. Polemik Jaminan Kesehatan Aceh atau JKA belakangan ini mestinya disikapi dengan memahami keinginan ini secara jujur. 

  • Muzakir Manaf dan Jalan Teduh Polemik JKA
    Opini | 21 hari lalu
    Muzakir Manaf dan Jalan Teduh Polemik JKA

    DIALEKSIS.COM | Opini - Riuh polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menyerupai ombak yang tak henti menghantam pantai. Suara keresahan rakyat kecil bergema, menyuarakan kecemasan akan kemungkinan hilangnya akses terhadap layanan kesehatan yang selama ini menjadi sandaran hidup. Dalam situasi seperti ini, sering kali kita diingatkan bahwa kebijakan terbaik bukan yang paling keras, melainkan yang paling mampu menjaga harapan tetap hidup.

  • JKA Memanas, Muzakir Manaf Justru Meneduhkan
    Tajuk | 21 hari lalu
    JKA Memanas, Muzakir Manaf Justru Meneduhkan

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Tajuk ini merupakan bagian dari cara Dialeksis memahami upaya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam merespons dan mencari jalan keluar atas polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang belakangan menjadi sorotan publik.

  • Polemik JKA: Saatnya Kritik Lebih Bijak, Bukan Sekadar Keras
    Tajuk | 28 hari lalu
    Polemik JKA: Saatnya Kritik Lebih Bijak, Bukan Sekadar Keras

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Polemik yang melibatkan Ahmad Humam Hamid dan responsnya terhadap kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali membuka ruang refleksi publik tentang bagaimana kritik seharusnya disampaikan, terlebih ketika datang dari seorang akademisi senior di Universitas Syiah Kuala. Dalam masyarakat demokratis, kritik bukan hanya sah, melainkan diperlukan. Namun, cara menyampaikan kritik juga memiliki bobot etik dan tanggung jawab moral yang tidak ringan.